JAKARTA – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (UIW Babel) menetapkan masa siaga kelistrikan guna memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan ibadah Ramadan 1447 Hijriah berjalan aman dan lancar di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
General Manager PLN UIW Babel, Ira Savitri, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan sistem secara menyeluruh sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan selama periode hari besar keagamaan tersebut.
“PLN memastikan sistem kelistrikan Babel dalam kondisi cukup dan aman selama perayaan Imlek. Kami telah melakukan pemeliharaan preventif, menyiagakan personel, serta menempatkan peralatan pendukung di lokasi prioritas agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman,” ujar Ira dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026).
Berdasarkan data terbaru, sistem kelistrikan di Pulau Bangka memiliki daya mampu sebesar 338,55 Megawatt (MW) dengan beban puncak 204,87 MW, sehingga tersedia cadangan daya 133,68 MW.
Sementara di Pulau Belitung, daya mampu tercatat 96,16 MW dengan beban puncak 58,21 MW dan cadangan daya 36,35 MW. Dengan kapasitas tersebut, PLN memastikan kondisi kelistrikan Bangka Belitung berada dalam status aman dan terkendali selama masa siaga Imlek 2026.
Sebagai bagian dari pengamanan, PLN juga melakukan inspeksi langsung ke sejumlah rumah ibadah, termasuk Klenteng Kwan Tie Miau yang menjadi salah satu pusat perayaan Imlek di Pangkalpinang.
Di lokasi tersebut, PLN menyiapkan genset cadangan berkapasitas 7 Kilowatt (kW) untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik selama rangkaian ibadah berlangsung.
Perwakilan Klenteng Kwan Tie Miau, Aput, mengapresiasi langkah antisipatif yang dilakukan PLN. Ia menyatakan dukungan tersebut memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat dalam menjalankan ibadah dan merayakan Imlek.
Dengan langkah siaga ini, PLN UIW Babel berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik tidak hanya saat perayaan Imlek, tetapi juga menjelang dan selama bulan suci Ramadan.
Tim Redaksi

