Gresik – Memasuki tahun kedua operasional, RSUD Gresik Sehati menunjukkan perkembangan layanan kesehatan yang signifikan. Peningkatan jumlah kunjungan pasien di berbagai unit menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat sekaligus menandai fase penguatan dan ekspansi layanan.
Perkembangan tersebut ditinjau langsung Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Mukhibatul Khusnah saat melakukan kunjungan evaluasi pada Selasa (24/2/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan sistem pelayanan kesehatan daerah agar terus berkembang secara berkelanjutan.
Asluchul Alif menilai capaian selama satu tahun pertama menjadi fondasi penting bagi pengembangan rumah sakit ke depan. Menurutnya, peningkatan jumlah pasien harus diikuti dengan perencanaan sumber daya manusia yang matang, penguatan fasilitas, serta tata kelola keuangan yang sehat, terutama setelah rumah sakit menerapkan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejak 2026.
Sejumlah strategi telah disiapkan, di antaranya penambahan tenaga kesehatan berdasarkan kebutuhan riil pasien, percepatan pemenuhan tenaga penunjang seperti radiografer dan dokter spesialis radiologi, optimalisasi ruang rawat inap, serta penguatan sistem informasi melalui pembaruan Sistem Informasi Manajemen Gresik Sehati (SIMGOS) dan peningkatan kapasitas server.
Direktur RSUD Gresik Sehati, Riyan Charlie Milyantono, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 layanan rawat jalan mencatat 370 kunjungan pasien dari berbagai poli, seperti gigi, kandungan, anak, bedah, penyakit dalam, dan umum.
Memasuki periode Januari–Februari 2026, jumlah kunjungan meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan masa awal operasional. Pada layanan rawat inap, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) kini mencapai sekitar 83 persen, padahal pada awal Januari 2025 layanan tersebut belum menerima pasien.
Peningkatan juga terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dari hanya tiga pasien pada Januari 2025, jumlah kunjungan naik menjadi 109 pasien pada Januari 2026, dengan total 179 pasien sejak rumah sakit mulai beroperasi.
Sementara itu, layanan kamar operasi yang mulai melayani pasien BPJS sejak Agustus 2025 terus berkembang. Hingga Desember 2025, tercatat 15 tindakan operasi dalam satu bulan dengan total 51 pasien telah menjalani prosedur bedah.
Dari sisi tata kelola, penerapan pola BLUD sejak Januari 2026 menunjukkan perkembangan positif. Realisasi pendapatan pada Januari mencapai Rp121,2 juta, sedangkan hingga 23 Februari sebesar Rp18,8 juta. Selain itu, klaim BPJS Januari senilai Rp78,9 juta masih dalam proses pencairan.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui digitalisasi. SIMGOS mulai diterapkan sejak Januari 2026 dan saat ini tengah diajukan pembaruannya ke Kementerian Kesehatan. Penambahan kapasitas server juga telah dianggarkan melalui Dinas Kesehatan sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur layanan berbasis teknologi.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat dan dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik, RSUD Gresik Sehati kini tidak lagi berada pada tahap perintisan. Rumah sakit ini diarahkan menjadi fasilitas kesehatan daerah yang profesional, modern, dan semakin dipercaya masyarakat, khususnya di wilayah Gresik Selatan.
Tim Redaksi

