Senja Ramadan di Istiqlal: Kadin Berbagi dengan Ribuan Anak Yatim
JAKARTA — Menjelang waktu berbuka puasa, halaman Masjid Istiqlal mulai dipenuhi anak-anak yatim yang duduk rapi dalam barisan. Sebagian dari mereka tampak tersenyum sambil memegang bingkisan Ramadan yang baru saja diterima.
Di tengah suasana senja Ramadan itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada sekitar 5.700 anak yatim, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-57 Kadin Indonesia, sekaligus momentum mempererat kebersamaan antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Para pelaku usaha, pengurus Kadin dari berbagai daerah, serta sejumlah tokoh nasional tampak hadir dalam kegiatan yang berlangsung sejak sore hari itu.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan kegiatan berbagi tersebut menjadi pengingat bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab sosial yang tidak terpisahkan dari peran ekonominya.
“Dunia usaha harus tumbuh bersama masyarakat. Karena itu, kepedulian sosial harus menjadi bagian dari budaya dunia usaha,” ujarnya.
Pesan Ramadan dari Menteri Agama
Dalam tausiyah Ramadan, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengajak para pelaku usaha menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat etika dan integritas dalam kehidupan ekonomi.
Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk mengendalikan diri.
“Orang yang berpuasa belajar jujur dan belajar menahan diri. Nilai itu juga penting dalam dunia usaha agar kegiatan ekonomi berjalan secara adil dan berintegritas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan ekonomi harus diiringi dengan tanggung jawab sosial yang kuat.
Dalam pandangan Islam, kata Nasaruddin, kekayaan bukan semata-mata milik pribadi, melainkan amanah yang harus membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Semakin besar kekuatan ekonomi seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi yang kuat harus diimbangi dengan pembangunan moral dan spiritual. Tanpa keseimbangan tersebut, kemajuan ekonomi berpotensi melahirkan ketimpangan sosial yang dapat merusak tatanan masyarakat.
Berbagi dalam Kebersamaan
Kegiatan santunan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan anak-anak yatim yang hadir. Selain santunan, Kadin juga menyalurkan bantuan berupa paket kebutuhan pokok serta bingkisan Ramadan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebelum para peserta melaksanakan salat Magrib berjamaah dan menikmati hidangan berbuka puasa.
Di sela-sela kegiatan, para pengusaha tampak berbincang dengan para tamu undangan, menciptakan suasana silaturahmi yang hangat di tengah keberkahan Ramadan.
Dunia Usaha dan Tanggung Jawab Sosial
Sebagai organisasi yang mewadahi pelaku usaha nasional, Kamar Dagang dan Industri Indonesia memiliki peran strategis dalam mendorong kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat.
Organisasi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tersebut selama ini menjadi wadah utama dunia usaha dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi nasional sekaligus memperkuat kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan.
Melalui kegiatan berbagi di bulan Ramadan ini, Kadin berharap semangat solidaritas sosial di kalangan dunia usaha dapat terus tumbuh.
Senja pun perlahan berganti malam ketika suara azan Magrib menggema dari menara Masjid Istiqlal. Di tengah keramaian jamaah yang berbuka puasa, kegiatan santunan itu menjadi pengingat sederhana bahwa kekuatan ekonomi pada akhirnya menemukan maknanya ketika mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Peliput: Satria GSH

